Saat menghadap pagi yang kelam,
kaki tidak mampu digerakkan,
setiap inci gerak adalah pedih dan perit,
apalagi aku mampu lakukan selain
menangis.
Menangisku bukan untuk meraih simpati,
menangisku bukan untuk bermanja,
menangisku untuk diriku sendiri,
menangisku untukku mencari kekuatan dalam diri,
menangisku untuk aku mengangkat kaki dalam menahan sakit sendirian.
Cukuplah hanya Tuhan yang Maha Mengetahui untuk apa saja air mataku mengalir.
Sakitnya dibawa hingga ke tempat kerja,
Syukur ada seseorang yang dihantarkan untuk membantu saat aku begitu buntu memikirkan cara menghilangkan sakit yang dirasa.
Syukur disini ada operational therapis untuk pelajar special needs,
Syukur ada yang sudi membantu,
Syukur masih ada Rahmat Tuhan buatku.
Syukur Alhamdulillah...

No comments:
Post a Comment